Tunggu 2.0 detik untuk membaca artikel
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE
tag populer

Pengakuan Anggota Brimob yang Lindas Driver Ojol Affan Kurniawan: Rantis Penuh Gas Air Mata

Hal itu diungkap anggota Brimob itu dalam pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pengakuan Anggota Brimob yang Lindas Driver Ojol Affan Kurniawan: Rantis Penuh Gas Air Mata
/Akbar Permana/Yolanda Putri Dewa
INFOGRAFIS: Affan Kurniawa (21) tewas usai ditabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) brimob di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). (Tribunnews) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Oknum Anggota Brimob Polri terduga pelaku penabrak pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21), tak sadar telah melindas korbannya.

Hal itu diungkap anggota Brimob itu dalam pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Pemeriksaan itu terekam dalam tayangan live streaming instagram @divisipropampolri sore ini, Jumat (29/8/2025).

Mulanya, penyidik Propam menanyakan terlebih dahulu apakah mereka tidak sadar telah melindas Affan saat berada dalam mobil kendaraan  taktis Brimob.

Lalu salah satu anggota Brimob menjawab bahwa dirinya tidak sadar telah melindas Affan.

Sebab saat itu kondisi mobil mereka dilempar batu, bambu hingga petasan.

"Pas melindas nyangkanya itu batu apa gimana?" tanya penyidik.

Rekomendasi Untuk Anda

"Iya karena kita dilemparin batu bambu sama massa bom molotov dan petasan," jawab salah satu anggota Brimob.

Penyidik Propam kembali bertanya apakah mereka tidak bisa melihat dari dalam kendaraan jika ada korban di posisi bawah mobil.

Oknum Brimob itu membenarkan kesulitan untuk melihat dari dalam kendaraan jika ada orang di bawah kendaraan taktis tersebut.

"Jadi tidak tahu tuh batu atau apa ya? Kalau orang itu terjatuh dalam kondisi normal nggak dilemparin bisa nggak sih lihat ke posisi bawah gitu?" tanya penyidik.

"Kalau kejadian normal tidak bisa lihat bawah karena sudut pandangnya tinggi. Kalau di depan keliatan dia," jawab salah satu oknum brimob.

Lebih lanjut, oknum Brimob itu mengklaim bahwa kondisi semakin diperparah karena dalam kendaraan mobil taktis itu penuh dengan gas air mata saat mengurai massa.

"Jadi kalau ada case gitu bapak tidak bisa melihat berarti agak samar gitu ya? Tidak terlihat apalagi kondisinya malam?" tanya penyidik.

"Malam, terus asap gas air matanya itu tebal di dalam. Pas sebelum atas ditutup itu kan asap masuk, nah disitulah mata kita itu pandangan kita udah itulah," jawab oknum Brimob tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas