Mahfud MD Buka Suara Soal Insiden Rantis Brimob Lindas Driver Ojol: Mereka Panik dan Terjepit
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD menilai personel Brimob yang menabrak dan melindas driver ojol menggunakan rantis dalam kondisi panik.
Penulis: David AdiAdi
Editor: Tiara Shelavie

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan era Presiden ke-7 Joko Widodo, Mohammad Mahfud Mahmodin buka suara perihal insiden kendaraan taktis (rantis) Brimob menabrak driver ojek online.
Melalui sebuah postingan di akun Instagram pribadinya @mohmahfudmd, pria yang akrab disapa Mahfud MD itu menilai bahwa saat itu personel Brimob sedang dalam kondisi panik dan terjepit setelah mengamankan aksi demo buruh di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8/2025).
“Personel Barakuda mungkin dalam situasi panik dan terjepit,” tulis Mahfud MD.
“Jika tidak tegas disalahkan oleh atasan, tetapi jika terlalu tegas berhadapan dengan massa,” sambungnya.
Selain itu, Mahfud MD juga beranggapan bahwa para pendemo tidak dapat disalahkan dan ditindak secara represif.
Hal itu karena demonstran sedang menyampaikan aspirasi dalam penegakan keadilan.
“Mereka yang sedang berdemo dan marah-marah juga tak bisa disalahkan begitu saja,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
Sementara itu, Mahfud MD justru menyalahkan sikap para pejabat yang korup dan serakahnomics.
“Yang salah adalah pejabat-pejabat korup yang memainkan politik dan ekonomi yang serakahnomics,” jelasnya.
Serakahnomics mengacu pada istilah yang diciptakan Presiden Prabowo untuk menggambarkan suatu pola ekonomi yang sangat mengutamakan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan kepentingan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Istilah ini bukan sebuah mazhab ekonomi seperti liberal atau sosialis, melainkan sebuah tindakan keserakahan yang dilakukan oleh sejumlah oknum untuk mengambil keuntungan berlebihan dalam praktik bisnis, seperti di sektor pangan.
Baca juga: Eks Jenderal Polisi Sesalkan Brimob Lindas Ojol hingga Tewas: Rantis Bukan untuk Dorong Massa
Kronologi Rantis Brimob Lindas Driver Ojol
Seorang driver ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan menjadi korban tabrakan yang dilakukan oleh Personel Satuan Brimob.
Affan Kurniawan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Kamis (28/8/2025).
Menurut keterangan saksi mata, Abdul (29), korban saat itu sedang mengantarkan pesanan makanan ke kawasan Bendungan Hilir.
Akibat kemacetan pasca-kericuhan, ia terhenti di sekitar Pejompongan dan kemudian tertabrak oleh kendaraan taktis (rantis) Brimob.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.