Tunggu 2.0 detik untuk membaca artikel
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE
tag populer

Suka Duka Mardi Berjualan Siomay di Tengah Aksi Demo: Ramai Pembeli, Tapi Selalu Was-was

Bagi Mardi, keramaian massa bukan hanya simbol perlawanan, tapi juga peluang untuk mengais rezeki.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Suka Duka Mardi Berjualan Siomay di Tengah Aksi Demo: Ramai Pembeli, Tapi Selalu Was-was
Tribunnews/Ibriza Fasti Ifhami
Mardi (34), seorang pedagang siomay, saat ditemui dalam aksi unjuk rasa di Polda Metro Jaya, Jumat (29/8/2025). Mardi mengatakan, meski potensi keuntungannya besar, namun dia kerap berdagang dengan rasa khawatir hingga sempat menderita karena menghirup gas air mata. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Di tengah hiruk-pikuk demonstrasi yang kerap memadati jalanan ibu kota, ada sosok Mardi (34), seorang pedagang siomay yang setia menggelar dagangannya di lokasi-lokasi aksi. 

Bagi Mardi, keramaian massa bukan hanya simbol perlawanan, tapi juga peluang untuk mengais rezeki.

"Kan kita dagang carinya keramaian. Kali aja orang-orang demo pada lapar," kata Mardi saat ditemui Tribunnews di depan Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).

Namun, di balik potensi keuntungan itu, tersimpan rasa was-was yang tak pernah benar-benar hilang.

"Aksi rame sih, orang banyak. Tapi kita juga dagang sambil deg-degan," katanya. "Was-was juga. Kan kita juga manusia," imbuhnya. 

Mardi bercerita, pada Senin (25/8/2025) lalu, ia berjualan di sekitar Pintu 10 Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, saat demonstrasi berlangsung di depan Gedung DPR. 

Awalnya, suasana cukup kondusif. 

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, kericuhan tiba-tiba pecah dan merembet hingga ke tempat ia berdagang.

Baca juga: Ada Demo di Kwitang Jakpus, Pekerja Kantoran Mengeluh Susah Cari Jalan Pulang ke Rumah

"Saya sempat kena gas air mata. Sesak, pusing. Saya mah enggak pakai odol-odol kayak yang lain. Tapi Alhamdulillah masih aman," katanya sambil tersenyum kecil.

Tak hanya sekali, Mardi juga mengalami situasi serupa saat aksi demo pada Kamis (28/8/2025). 

Saat itu, ia berjualan di depan Gedung Kemenpora, Senayan. 

Lagi-lagi, kericuhan pecah dan membuatnya harus berlari menyelamatkan diri.

"Chaos lagi. Sampai pintu 1 saya lari. Saya lari ke arah belakang Brimob. Untungnya kalau sama pedagang, Brimob enggak galak," kenangnya.

Meski penuh risiko, Mardi tetap bertahan. 

Ia mengaku, dalam satu hari aksi, pendapatan bersihnya bisa mencapai Rp200 ribu. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas