Dimas Oky Nugroho: Didit Hediprasetyo Kekuatan ‘Soft Politics’ Prabowo dalam Menjembatani Para Elite
Dimas Oky Nugroho, menilai langkah Didit dinilai bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan memiliki makna politik yang strategis.
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kunjungan Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto, ke kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo pada momentum Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, 31 Maret 2025, terus menjadi perbincangan hangat.
Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC), Dimas Oky Nugroho, menilai langkah ini dinilai bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan memiliki makna politik yang strategis.
Dia menilai Didit sebagai aktor perantara yang membawa kekuatan “soft politics” bagi pemerintahan Prabowo.
“Didit Hediprasetyo menjadi intermediary actor dan kekuatan ‘soft politics’ yang tak terduga yang dimiliki Presiden Prabowo dalam membangun komunikasi yang lebih tulus, informal sekaligus strategis dalam menjahit kohesivitas secara lebih prospektif dan luas,” ujar Dimas kepada wartawan, Kamis (3/4/2025).
Menurut Dimas, keunikan Didit terletak pada latar belakangnya sebagai profesional kreatif yang tidak terlibat langsung dalam dunia politik. Namun, justru dari situlah muncul kekuatan politiknya.
“Meskipun bukan ‘orang politik’ dan lebih berlatar profesional kreatif, Didit justru memiliki ‘bobot politik’ kuat karena bisa diterima oleh berbagai pihak termasuk publik. Tidak semata-mata sebagai putranya Prabowo dan cucunya Soeharto,” tambahnya.
Kunjungan Didit ke Megawati di Jakarta dan Jokowi di Solo dinilai sebagai langkah cerdas untuk merangkul elite politik lintas generasi dan kubu.
Dimas menilai, ini bisa menjadi cikal bakal perubahan paradigma dalam politik Indonesia.
“Ini menurut saya bisa saja menjadi pintu masuk fenomena generasi baru dalam politik Indonesia yang tidak ingin terjebak pada persoalan-persoalan politik traumatik, problematik, konfliktual, dan akibatnya buntu,” jelasnya.
Analisis ini menggarisbawahi peran Didit sebagai figur yang mampu melampaui batasan-batasan politik konvensional.
Dengan pendekatan yang lebih personal dan informal, ia diyakini dapat membantu ayahnya, Presiden Prabowo, membangun harmoni di tengah dinamika hubungan antar-elite yang kompleks pasca-Pilpres 2024.
"Meski demikian, keberhasilan jangka panjang dari pendekatan ini masih akan bergantung pada langkah konkret yang diambil oleh para tokoh utama di panggung politik nasional," katanya.
Diketahui, pada Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Senin (31/3/2025), Didit bertemu dengan mantan presiden.
Didit sempat bertemu SBY dalam acara open house bersama Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Setelah itu, Didit bersilaturahmi ke kediaman Megawati yang juga sebagai Ketua Umum PDIP di Jalan Teuku Umar, Menteng.
Baca juga: Bocoran Isi Percakapan Megawati dan Didit Prabowo saat Lebaran
Selanjutnya, Didit juga terbang ke Solo, Jawa Tengah (Jateng) untuk bertemu dengan Jokowi
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.