Semua Negara Anggota DK PBB Sebut Kelaparan di Gaza Krisis Buatan Manusia, AS Tolak Klaim
Semua negara anggota DK PBB, Kecuali AS menyatakan bahwa kelaparan di Jalur Gaza merupakan krisis buatan manusia.
Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Tiara Shelavie

TRIBUNNEWS.COM - Semua negara anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), kecuali Amerika Serikat pada Rabu (27/8/2025) menyatakan bahwa kelaparan di Jalur Gaza merupakan krisis buatan manusia dan mendesak agar tragedi kemanusiaan ini segera diakhiri.
Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 anggota, yakni 5 anggota tetap (Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris) dan 10 anggota tidak tetap yang dipilih secara berkala oleh Majelis Umum.
Dari 15 anggota tersebut, 14 negara sepakat mendukung pernyataan bersama yang mengecam kelaparan di Gaza dan menyerukan langkah-langkah segera untuk mengakhiri penderitaan warga sipil.
“Penggunaan kelaparan sebagai senjata perang dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional,” tegas pernyataan tersebut, dikutip dari Palestine Chronicle.
Konflik di Gaza terjadi sejak Oktober 2023, ketika Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap wilayah tersebut.
Namun dalam hampir setahun terakhir, serangan itu telah berubah menjadi kampanye militer yang menimbulkan kehancuran luas dan bencana kemanusiaan.
Termasuk blokade bantuan yang menyebabkan kelaparan massal.
Seruan Gencatan Senjata dan Akses Bantuan
Keempat belas anggota DK PBB menuntut gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen, pembebasan semua sandera yang ditahan, serta pencabutan semua pembatasan oleh Israel terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan.
Mereka menyatakan bahwa lebih dari 514.000 orang di Gaza kini berada dalam kondisi kelaparan akut, dan angka itu diperkirakan akan melonjak menjadi 641.000 pada akhir September, menurut laporan Sistem Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC).
“Waktu sangatlah penting. Darurat kemanusiaan harus ditangani tanpa penundaan dan Israel harus mengubah arahnya,” demikian pernyataan bersama anggota Dewan, dikutip dari Al-Arabiya.
Baca juga: Trump Janji Stop Perang Gaza, Agresi Israel ke Palestina Bakal Rampung dalam Dua Pekan
Selain itu, DK PBB juga menggarisbawahi risiko tinggi yang dihadapi anak-anak, dengan lebih dari 41.000 anak berisiko meninggal akibat kekurangan gizi.
AS Tolak Laporan Kelaparan, Dukung Israel
Berbeda dengan mayoritas anggota Dewan, Amerika Serikat mengambil sikap bertentangan.
Dalam pertemuan tersebut, penjabat Duta Besar AS untuk PBB, Dorothy Shea, mempertanyakan kredibilitas dan integritas laporan IPC, menyebut bahwa laporan itu “tidak lulus uji” secara metodologis dan bersumber dari data yang diklaim berasal dari Hamas.
Meski mengakui bahwa kelaparan adalah masalah nyata di Gaza dan kebutuhan kemanusiaan sangat mendesak, AS tetap membela sekutunya, Israel, dari tuduhan penggunaan kelaparan sebagai senjata.
Israel sendiri telah meminta IPC mencabut laporan tersebut, menyebutnya bias dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya karena mengabaikan masuknya makanan dalam beberapa minggu terakhir.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.