Pasukan Darat Israel Sudah Buka Jalan ke Kota Gaza, Serbuan Besar-besaran Segera Terjadi
Pasukan darat Israel beroperasi pinggiran Kota Gaza sebagai persiapan untuk serangan mendatang untuk merebut dan menduduki daerah tersebut.
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom

Pasukan Darat Israel Sudah Buka Jalan ke Kota Gaza, Serbuan Besar-besaran Segera Terjadi
TRIBUNNEWS.COM - Tentara Israel (IDF) mengindikasikan kalau mereka segera melancarkan serangan besar-besaran untuk menduduki Kota Gaza.
Pada Rabu (27/8/2025), IDF menyatakan kalau pasukan darat mereka beroperasi di pinggiran Kota Gaza sebagai persiapan untuk serangan mendatang untuk merebut dan menduduki daerah tersebut.
Baca juga: Cuek Kecaman, Israel Beri Hamas Deadline hingga September Buat Bubar atau Gaza Dicaplok
"Pemboman tanpa pandang bulu dan blokade yang mengakibatkan kelaparan terus berlanjut di seluruh jalur tersebut," tulis laporan TC, Rabu.
“Di Jalur Gaza utara, pasukan Divisi ke- 162 terus bertempur di Jabalia dan pinggiran Kota Gaza, menghancurkan infrastruktur militer dan membasmi teroris,” demikian pernyataan militer Israel.
Teroris yang Israel maksud adalah kelompok perlawanan dan pembebasan Palestina, termasuk Hamas.
"Secara bersamaan, pasukan Divisi ke- 99 beroperasi di pinggiran Kota Gaza untuk menemukan dan menghancurkan infrastruktur militer di atas dan di bawah tanah, dan dalam 24 jam terakhir, mereka menyerang dan menghancurkan beberapa pos pengamatan yang mengancam pasukan kami," tambah pernyataan IDF.
Militer Israel mengatakan pasukannya dari Divisi ke- 36 beroperasi di kota Khan Yunis di Gaza selatan.
Pernyataan IDF itu juga mengumumkan pembunuhan Mahmoud al-Asoud, komandan Dinas Keamanan Umum Hamas di Gaza barat.
“Selama perang dan selama bertahun-tahun, Asoud menjabat sebagai tokoh sentral dalam Dinas Keamanan Umum dan merupakan pusat pengetahuan yang signifikan dalam organisasi tersebut,” lanjut pernyataan militer Israel.

Mau Duduki Kota Gaza
Rencana untuk menduduki Kota Gaza disetujui oleh kabinet keamanan Israel pada tanggal 7 Agustus.
Sejak saat itu, pasukan Israel telah menghancurkan permukiman Al-Zaytoun dan Sabra di Kota Gaza, menghancurkan infrastruktur dengan mengerahkan dan meledakkan robot bermuatan bahan peledak di rumah-rumah warga sipil.
Tiga puluh tiga orang tewas di Gaza selama 24 jam terakhir.
Selain itu, sepuluh warga Palestina lainnya meninggal karena kelaparan dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan pada hari Rabu.
“Dengan demikian, jumlah total korban kelaparan dan kekurangan gizi meningkat menjadi 313 orang, termasuk 119 anak-anak.”
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.