Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Hamas Dukung Proposal dari Mediator dan Abaikan Syarat Baru Israel

Hamas dukung proposal yang disampaikan mediator Mesir, Qatar dan sekutu Israel, AS. Hamas abaikan syarat baru dari Israel yang dianggap manipulatif.

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Hamas Dukung Proposal dari Mediator dan Abaikan Syarat Baru Israel
Telegram Brigade Al-Quds
BRIGADE AL-QUDS - Foto ini diambil pada Kamis (13/2/2025) dari publikasi resmi Telegram Brigade Al-Quds (sayap militer Jihad Islam), memperlihatkan anggota Brigade Al-Quds diapit oleh anggota Brigade Al-Qassam (sayap militer Hamas) saat berpatroli selama pertukaran tahanan gelombang ke-3 Kamis (30/1/2025). Pada Rabu (3/4/2025), Hamas dan Israel memberikan tanggapannya terhadap proposal yang diajukan mediator. 

TRIBUNNEWS.COM - Surat kabar Qatar, Al Jazeera, mengungkapkan rincian tanggapan Israel dan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) terhadap proposal dari mediator.

Sebelumnya, proposal itu diajukan oleh mediator pada tanggal 27 Maret 2025 dan diterima oleh Hamas

Al Jazeera melaporkan tanggapan Israel mencakup penolakan luas dan perubahan substansial pada sebagian besar klausul proposal.

"Israel telah menetapkan pembebasan tentara Amerika Idan Alexander sebagai isyarat niat baik tanpa kompensasi sebelum kesepakatan apa pun dapat dilaksanakan," lapor Al Jazeera, Rabu (2/4/2025) malam.

Tanggapan Israel juga mencakup tuntutan untuk membebaskan, pada hari pertama perjanjian, 10 tentara Israel dengan imbalan pembebasan 120 tahanan Palestina yang menjalani hukuman seumur hidup dan 1.111 tahanan Palestina dari Jalur Gaza.

Pada hari ke-10 perjanjian, pendudukan Israel menetapkan Hamas harus melepaskan 16 jasad warga Israel dengan imbalan 160 jenazah warga Palestina.

Pendudukan juga menetapkan jangka waktu perjanjian tidak lebih dari 40 hari. Hari kedua negosiasi mengenai prinsip-prinsip baru akan dimulai.

Berita Rekomendasi

Hal kontroversial lainnya dalam tanggapan Israel adalah dimasukkannya syarat yang mengharuskan pelucutan senjata perlawanan Palestina dan penolakan penarikan atau penempatan kembali pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza.

Hamas menganggap ini pelanggaran nyata terhadap usulan awal yang disampaikan oleh mediator.

Pendudukan Israel juga menetapkan pembentukan mekanisme ketat untuk memastikan bantuan kemanusiaan hanya sampai kepada warga sipil, tanpa memberikan penjelasan praktis tentang bagaimana ketentuan ini akan dilaksanakan.

Hamas menegaskan pihaknya tidak akan menanggapi usulan terbaru Israel.

Baca juga: Israel Akan Duduki 25 Persen Wilayah Gaza demi Tekan Hamas, Dimulai 2 Minggu Lagi

Hamas menganggapnya sebagai pembalikan usulan mediator, dan memberitahukan hal ini kepada semua pihak terkait.

Usulan Mediator

Usulan mediator, yang diterima Hamas, mencakup usulan untuk membebaskan lima tentara Israel yang ditangkap dalam waktu 50 hari, termasuk Idan Alexander.

Sebagai imbalan, Israel akan membebaskan 250 tahanan Palestina, termasuk 150 yang menjalani hukuman seumur hidup, dan 2.000 tahanan dari Gaza.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas