Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Israel Perluas Serangan di Gaza, Keluarga Sandera Merasa Ngeri, Khawatir Terkait Pembebasan Tawanan

Sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera yang ditawan di Gaza mengatakan, mereka ngeri dengan pengumuman Menhan Israel.

Penulis: Nuryanti
Editor: Pravitri Retno W
zoom-in Israel Perluas Serangan di Gaza, Keluarga Sandera Merasa Ngeri, Khawatir Terkait Pembebasan Tawanan
Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English
DEMO PEMECATAN - Tangkapan layar YouTube Al Jazeera English pada Senin (24/3/2025) yang menunjukkan ribuan warga Israel berbaris menuju kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem Barat pada Minggu (23/3/2025). Sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera yang ditawan di Gaza mengatakan, mereka ngeri dengan pengumuman Menhan Israel. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan perluasan besar operasi militer di Gaza, Rabu (2/4/2025).

Israel Katz mengatakan tentara akan merebut "wilayah yang luas" di wilayah Palestina.

"Operasi tersebut akan merebut wilayah yang luas yang akan dimasukkan ke dalam zona keamanan Israel," katanya dalam sebuah pernyataan, tanpa menyebutkan berapa banyak wilayah yang direbut, dilansir Al Arabiya.

Sebuah kelompok yang mewakili keluarga sandera yang ditawan di Gaza mengatakan, mereka "ngeri" dengan pengumuman Katz.

Sebab, mereka khawatir tujuan pembebasan para tawanan telah "digeser ke bagian bawah daftar prioritas."

"Apakah sudah diputuskan untuk mengorbankan para sandera demi 'keuntungan teritorial?'" kata Forum Sandera dan Keluarga Hilang dalam sebuah pernyataan.

"Alih-alih membebaskan para sandera melalui kesepakatan dan mengakhiri perang, pemerintah Israel mengirim lebih banyak tentara ke Gaza, untuk bertempur di wilayah yang sama tempat mereka bertempur berulang kali," jelasnya.

Berita Rekomendasi

Katz minggu lalu memperingatkan bahwa militer akan segera "beroperasi dengan kekuatan penuh" di lebih banyak wilayah Gaza.

Pada Februari, Katz mengumumkan rencana untuk sebuah badan yang akan mengawasi "keberangkatan sukarela" warga Palestina dari Gaza.

Hal itu menyusul dukungan Israel terhadap usulan Presiden AS, Donald Trump, agar Amerika Serikat mengambil alih wilayah tersebut setelah merelokasi 2,4 juta penduduk Palestina.

Kemudian, Israel melanjutkan pengeboman hebat di Gaza pada 18 Maret 2025 sebelum melancarkan serangan darat baru, yang mengakhiri gencatan senjata selama hampir dua bulan.

Baca juga: Polisi Zionis vs Warga Israel: Bentrokan di Yerusalem

Diberitakan AP News, perimeter keamanan Israel, yang membentang di sepanjang perbatasan dengan Israel di Gaza utara dan timur, telah menjadi bagian penting pertahanan negara selama beberapa dekade, digunakan sebagai cara untuk melindungi warganya yang tinggal di dekat wilayah tersebut.

Katz meminta penduduk Gaza untuk "mengusir Hamas dan memulangkan semua sandera."

Kelompok militan tersebut masih menahan 59 tawanan, 24 di antaranya diyakini masih hidup, setelah sebagian besar tawanan lainnya dibebaskan melalui perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan lainnya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas