Gunung Gede Jabar 21 Kali Gempa Vulkanik, Merapi Sumbar dan Semeru Jatim Erupsi

Sejumlah gunung di Indonesia mengalami aktivitas vulkanis pada awal April 2025 ini.

Gunung Merapi Sumbar (TribunPadang), Gunung Gede (Tribunnewsbogor.com/Muamaruddin Irfani) dan Gunung Semeru (PVMBG)
3 GUNUNG - Kolase foto Gunung Merapi Sumbar Kamis (3/4/2025), Gunung Gede Jabar Rabu (2/4/2025) dan Gunung Semeru Jatim Kamis (3/4/2025). Ketiga gunung mengalami aktivitas vulkanis pada April 2025 ini. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sejumlah gunung di Indonesia mengalami aktivitas vulkanis pada awal April 2025 ini.

Gunung Gede, yang membentang di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat (Jabar) itu mengalami 21 kali gempa vulkanik.

Sementara itu, Gunung Merapi di Sumatera Barat (Sumbar) dan Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) erupsi.

Gede

Lonjakan aktivitas vulkanik di Gunung Gede terjadi pada Selasa (1/4/2025). 

Gunung yang ramai menjadi destinasi pendakian para pecinta alam itu mengalami 21 kali gempa vulkanik dalam (Volcanic A-type).

Jumlah gempa tersebut jauh lebih banyak dibandingkan pada periode 1 sampai 31 Maret 2025 yang hanya 0 hingga 1 kali per hari.

Kini, Kamis (3/4/2025), aktivitas vulkanis itu mereda.

Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Deni, menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi Gede KESDM, Badan Geologi, dan PVMBG, tidak teramati kejadian kegempaan vulkanik atau nihil.

"Terpantau satu kali tornillo dengan amplitudo 2 milimeter dan durasi 19 detik, serta satu kali tektonik jauh dengan amplitudo 49 milimeter, S-P 15 detik, dan durasi 150 detik," tutur Deni kepada Kompas.com melalui pesan tertulis.

Deni menjelaskan bahwa asap kawah tidak teramati karena kondisi kabut yang bervariasi antara 0-I hingga 0-III, sementara hujan ringan terjadi satu kali.

Secara meteorologis, kondisi cuaca di gunung setinggi 2.958 mdpl tersebut terpantau cerah, berawan, dan hujan.

"Angin bertiup lemah ke arah tengara. Suhu udara berkisar antara 19 hingga 28 derajat Celsius," tambahnya.

Meskipun aktivitas kawah terpantau normal, Deni menegaskan bahwa masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang menuruni, mendekati, serta bermalam di Kawah Gunung Gede dalam radius 600 meter dari Kawah Wadon.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) telah menutup sementara kegiatan pendakian mulai Kamis (3/4/2025) hingga 7 April 2025 atau hingga ada informasi lebih lanjut berdasarkan hasil pemantauan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
BeritaTerkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved